Malioboro's Festival Official Web

Warna-warni Karnaval Nusantara

Karnaval Budaya. Foto: Budi.

Karnaval Budaya. Foto: Budi.

Malioboro Festival 2009 diawali dengan sebuah karnaval yang diikuti oleh 18 komunitas yang ada di Yogyakarta. Karnaval yang diberinama Karnaval Nusantara (06/11)  ini mengambil start di Taman Parkir Abu Bakar Ali,melewati sepanjang jalan Malioboro dan diakhiri di kawasan Taman Budaya Yogyakarta.

Karnaval Nusantara ini diawali dengan alunan Gejog Lesung dari Musium Tani Jawa dan barisan Marching Band SD Netral D Yogyakarta. Karnaval Nusantara dibagi dalam tiga kelompok budaya, yaitu Budaya Tradisi, Budaya Transisi, dan Budaya Masa Depan. Kelompok Budaya Tradisi menampilkan kebesaran bangsa Indonesia sejak jaman dahulu. Dalam kelompok ini terdapat komunitas Cucuk Lampah Beksan, Bregodho Tambakyudo, Perkusi Anak Tani dan Parade Memedi Sawah dari Kampung Wisata Tani Candran Imogiri, dan Reog Kolosal Wiratama Mudho dari pedukuhan Ledok.

Kelompok budaya transisi menampilkan kegelisahan berkesenian budaya yang tersekat dalam stagnan pencarian bentuk baru.  Barisan carnaval kelompok budaya transisi ini diawali dengan kelompok Jatilan Putri Menoreh, Sanggar Wayang Jero Koco, Balai Seni Condroradono, dan diakhiri dengan komunitas sepeda onthel, low rider, dan bike to work.

Kelompok terakhir dalam Karnaval Nusantara ini adalah Kelompok Budaya Masa Depan. Dalam kelompok ini diungkapkan bahwa anak-anak sekaranglah yang nantinya akan memegang teguh Budaya Adiluhung Bangsa kita. Barisan kelompok ini diawali dengan iring-iringan Andong Hias yang dinaiki oleh anak-anak kecil sebagai Generasi Masa Depan. Dalam setiap andong hias ini, setiap anak Generasi Masa Depan akan membawa koleksi benda budaya Adiluhung dari Yogyakarta dan Nusantara. Di belakang Generasi Masa Depan terdapat barisan Bhayangkara Padmanaba (Pleton Inti SMUN 3), Komunitas Detasemen Cobra Airsoft Team Yogyakarta. Detasemen Cobra ini sangat menarik perhatian penonton, sebab mereka berpakaian seperti seorang tentara lengkap dengan peralatannya. Selain itu, detasemen Cobra juga membawa sebuah spanduk yang bertuliskan “Kedaulatan NKRI Harga Mati Bagi Kami”, sebuah semangat dari anak muda Yogyakarta. (JoJo)

Sebarkan artikel ini
  • Facebook
  • E-mail this story to a friend!
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Digg
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Blogosphere News
  • SphereIt
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Comments are closed.