Karnaval Sepeda Meriahkan Pembukaan Festival Malioboro
Pembukaan Festival Malioboro 2009 Jumat (6/11) diperkirakan bakal berjalan meriah. Puluhan kelompok budaya dari berbagai wilayah di Jogjakarta akan melakukan karnaval mulai dari Taman Abu Bakar Ali , Kawasan Malioboro sampai dengan Kawasan Alun-Alun Utara.
Karnaval ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian utama dari Pembukaan Festival Malioboro 2009 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Propinsi DIY
Donny S Megananda selaku Koodinator Karnaval mengungkapkan bahwa Karnaval dilaksanakan mulai pukul 13.00 yang ditandai dengan dengan Hiburan Grup Kesenian Sampak Patrol yang dilanjutkan dengan upacara peresmian. Untuk menjaga keteraturan penampilan, panitia sudah membuat urutan peserta sesuai denga nama kontingen. “ Jadi urutan peserta tidak berdasar undian atau kedatangan saat acara, tapi berdasar urutan yang telah ditetapkan, dan dimungkinkan perubahan yang hanya dapat dilakukan berdasar keputusan Koordinator Seksi Karnaval. “ ujar Donny.
Ditambahkan Donny, selain parade komunitas budaya, pembukaan Festival Malioboro juga akan dimeriahkan dengan karnaval komunitas sepeda . Hal ini dilakukan untuk menunjukkan cirri khas Yogyakarta sebagai kota sepeda. Sebuah karnaval sepeda yang akan menampilkan komunitas-komunitas sepeda yang ada di Kota Yogyakarta. Mulai dari Komunitas Sepeda Tempoe Doeloe, Sepeda Modern, hingga Sepeda Modif. Setiap komunitas akan mulai dari titik start berbeda dan diharapkan berkumpul di titik finish Lapangan Parkir Abu Bakar Ali, setelah berkumpul semua sepeda akan berparade bersama hingga titik Benteng Vredeburg.
Setiap rombongan komunitas akan menampilkan performance ciri khas masing-masing dengan semeriah mungkin. Komunitas yang akan berpartisipasi : Komunitas Sepeda Tempoe Doeloe (Start dari Kotagede ), Komunitas Sepeda Modern (Start dari Monumen Diponegoro) dan Komunitas Sepeda Modif ( Start dari Bulaksumur UGM).
Sedangkan komunitas seni yang akan tampil dalam pembukaan ini adalah gabungan antara komunitas budaya tradisi maupun pop yang ada di dalam masyarakat baik Jogja dan Nusantara. Semua komunitas tersebut dipadupadankan sehingga tercipta parade dalam kemasan yang unik serta memperkaya Malioboro sebagai ikon Jogja. Dalam kesempatan ini Parade seni akan menampilkan : Parade Korsik Prajurit Kasultanan, Tombak Pusaka P. Diponegoro, Kuda Kepang Raksasa, Kereta Pusaka Pura Pakualaman, Tandu & Devile Gerilya Pangsar Sudirman,Tample Street Performance, Kuda wisata Pantai Parangtritis, Banjaran Malioboro, Andong wisata dan becak wisata, Marching wayang wong, Taman Pintar Performance, Performance penyandang cacat, Malioboro Pedestrian, Nusantara Fashion (Pakaian adat Nusantara) serta wayang gedog.
Entries(RSS)