Dinilai Aneh, Lomba Adat Tetap Diselenggarakan
Meski dinilai aneh, ajang perlombaan performance peserta Festival Upacara Adat DIY pada Minggu (29/11) mendatang tetap akan dilaksanakan. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DIY Drs.Joko Dwiyanto,MHum kepada sejumlah wartawan di Aula Dinas Kebudayaan Rabu (25/11). Menurut Joko, meski jenis adat berbeda-beda tetapi semua telah dikelompokkan dalam unsur air, api dan batu. Selain itu, penghargaan juga tidak berupa uang melainkan berupa thropy ' tokoh budaya'. Dewan juri diyakinkan berasal dari orang-orang yang sangat kapabel dibdiang budaya dan penilaiaan didasarkan pada pathokan yang jelas. " Kalau orang menilai aneh ya biarkan saja. Kalau pemberian penghargaan ini dianalogikan dengan lomba Jazz versus Dangdut saya kira itu terlalu jauh, " tandas Joko.
Ditambahkan Joko, Festival Adat ini merupakan ajang promo terhadap potensi adat dan budaya yang ada di DIY. Sejauh mana respon masyarakat akan dilihat untuk dipikirkan tindak lanjutnya. Sedangkan dipilihnya kegiatan pawai, smata-mata untuk membentuk kesan bahwa Jogja Kota Budaya yang selalu penuh dengan even budaya. Namun, hal itu diakui memang ada efek dari kegiatan pawai tersebut, " Saya kira daripada jalanan macet karena demo, lebih baik macet karena event budaya. Sebab salah atu ciri Kota Budaya adalah selalu ada event budaya di suatu kota, " kilah Joko. (*)
Entries(RSS)