<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FestivalMalioboro.com &#187; Snapshot</title>
	<atom:link href="http://www.festivalmalioboro.com/category/snapshot/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.festivalmalioboro.com</link>
	<description>Malioboro&#039;s Festival Un-Official Website</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 08:39:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Gelar Ningrat Tio</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/tio-paku-sadewo-terima-gelar-ningrat/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/tio-paku-sadewo-terima-gelar-ningrat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 05:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[ningrat]]></category>
		<category><![CDATA[pakualaman]]></category>
		<category><![CDATA[tio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Aktor   Tio Paku sadewo menerima gelar ningrat dari Karton Paku Alam Yogyakarta. Pemberian gelar ningrat itu diterima langsung oleh Tio pada perayaan ultah Paku Alam di Kraton Paku Alam Minggu ( 21/2) Pemberian gelar itu dilakukan dalam sebuah tradisi pisowanan Kraton  Pakualam dan Tio hadir dengan mengenakan adat pakaian Jawa. Adapun  gelar yang diterima oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_633" class="wp-caption alignleft" style="width: 146px"><a href="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2010/02/tio-head.jpg"><img class="size-medium wp-image-633" title="tio" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2010/02/tio-head-199x300.jpg" alt="" width="136" height="175" /></a><p class="wp-caption-text">Tio Pakusadewo</p></div>
<p>Aktor   Tio Paku sadewo menerima gelar ningrat dari Karton Paku Alam Yogyakarta. Pemberian gelar ningrat itu diterima langsung oleh Tio pada perayaan ultah Paku Alam di Kraton Paku Alam Minggu ( 21/2) <span id="more-630"></span></p>
<p>Pemberian gelar itu dilakukan dalam sebuah tradisi pisowanan Kraton  Pakualam dan Tio hadir dengan mengenakan adat pakaian Jawa. Adapun  gelar yang diterima oleh Tio adalah KRT. Pradja Susetyo Paku  Sadewo. Dengan adanya gelar ini maka Tio resmi menjadi kerabat  Kraton Paku Alaman.</p>
<p>Ditemui usai pemberian gelar tersebut, Tio mengatakan bahwa pemberian gelar diberikan karena dirinya merupakan pewaris dari  sang ayah yang juga masih kerabat Kraton Paku  Alam dan pembverian gelkar tersebut merupakan tradisi budaya yang harus dilestarikan. " Saya adalah orang yang sangat peduli dengan budaya. jadi saya terima gelar tersebut, " ujar Tio . (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/tio-paku-sadewo-terima-gelar-ningrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cemara Batik Pecahkan Rekor MURI</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/cemara-batik-pecahkan-rekor-muri/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/cemara-batik-pecahkan-rekor-muri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 12:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Natal seakan identik dengan Cemara. Namun, cemara yang dipajang di area lobi Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta sungguh luar biasa. Selain terbalut kain batik motif parang, pohon ini tingginya 19,45 meter. Replika pohon Natal  dari kain batik ini dicatat MURI sebagai pohon Natal tertinggi di Indonesia. Tak mengherankan, bila kemudian replika ini memecahkan rekor sebagai pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Natal seakan identik dengan Cemara. Namun, cemara yang dipajang di area lobi Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta sungguh luar biasa. Selain terbalut kain batik motif parang, pohon ini tingginya 19,45 meter. Replika pohon Natal  dari kain batik ini dicatat MURI sebagai pohon Natal tertinggi di Indonesia.  <span id="more-595"></span></p>
<p>Tak mengherankan, bila kemudian replika ini memecahkan rekor sebagai pohon Natal dari bahan kain batik tertinggi di Indonesia. Dan tercatat di Museum Rekor Indonesia atau Muri. Menurut  Public Relation Coordinator Sheraton Mustika Hotel, Rachma Noor Fadilla, ide dasar pembuatan pohon Natal ini karena batik adalah warisan budaya bangsa Indonesia. Bahkan, batik telah diakui oleh UNESCO (Badan Dunia Urusan Pendidikan dan Kebudayaan), beberapa waktu silam.</p>
<p>Replika pohon Natal ini terbuat dari batik cap berbahan katun super dengan menghabiskan bahan 360 meter. Proses pembuatan pohon Natal tertinggi ini memakan waktu 20 hari. Dikerjakan puluhan tenaga dari rumah batik yang ada di Yogyakarta. Motif batik di pohon Natal tersebut secara khusus didesain dengan motif parang. Dihiasi dengan ornamen yang terbuat dari batik seperti bola, pita, dan aneka lampu warna-warni.(ANS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/cemara-batik-pecahkan-rekor-muri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merayakan Tahun Baru Bersama Dewi Persik</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/merayakan-tahun-baru-bersama-dewi-persik/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/merayakan-tahun-baru-bersama-dewi-persik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 01:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[dewi persik]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Bagi penggemar Dewi Persik,&#160; perayaan malam tahun baru kali ini akan semakin meriah. Sebab,&#160; si goyang gergaji Dewi Persik akan tampil total menghibur publik Jogja. Perayaan Malam Tahun Baru yang Bertajuk 1001 Night with Dewi Persik tersebut akan digelar di Bogeys Teras Cafe Hyatt Hotel. Dan dipastikan akan menyedot ribuan pengunjung. Namun, GM Hyatt Hotel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-587" title="dewi" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/12/dewi-198x300.jpg" mce_src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/12/dewi-198x300.jpg" alt="dewi" width="198" height="300">Bagi penggemar Dewi Persik,&nbsp; perayaan malam tahun baru kali ini akan semakin meriah. Sebab,&nbsp; si goyang gergaji Dewi Persik akan tampil total menghibur publik Jogja.<img src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..."></p>
<p>Perayaan Malam Tahun Baru yang Bertajuk 1001 Night with Dewi Persik tersebut akan digelar di Bogeys Teras Cafe Hyatt Hotel. Dan dipastikan akan menyedot ribuan pengunjung. Namun, GM Hyatt Hotel Jogja&nbsp; Cahyadi menyatakan telah mempersiapkan segala kemungkinan untuk mengantisipasi meledakknya penonton.</p>
<p>Dijelaskan juga oleh Cahyadi, selain pertunjukan Dewi Persik yang tampi total slama 1,5 jam, perayaan menyambut pergantian tahun juga akan dimeriahkan dengan pesta kembang api&nbsp; di area golf court.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/merayakan-tahun-baru-bersama-dewi-persik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinilai Aneh, Lomba Adat Tetap Diselenggarakan</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/dinilai-aneh-lomba-adat-tetap-diselenggarakan/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/dinilai-aneh-lomba-adat-tetap-diselenggarakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[Meski dinilai aneh, ajang perlombaan performance peserta Festival Upacara  Adat DIY pada Minggu (29/11) mendatang tetap akan dilaksanakan. Hal itu ditegaskan oleh  Kepala Dinas Kebudayaan  Propinsi DIY Drs.Joko Dwiyanto,MHum  kepada sejumlah wartawan   di Aula Dinas Kebudayaan Rabu (25/11). Menurut Joko,  meski jenis adat berbeda-beda tetapi semua telah dikelompokkan dalam unsur air, api dan batu.  Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-578" title="joko" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/joko.jpg" alt="joko" width="150" height="186" />Meski dinilai aneh, ajang perlombaan performance  peserta Festival Upacara  Adat DIY pada Minggu (29/11) mendatang tetap akan dilaksanakan. Hal itu ditegaskan oleh  Kepala Dinas Kebudayaan  Propinsi DIY Drs.Joko Dwiyanto,MHum  kepada sejumlah wartawan   di Aula Dinas Kebudayaan Rabu (25/11). <span id="more-577"></span> Menurut Joko,  meski jenis adat berbeda-beda tetapi semua telah dikelompokkan dalam unsur air, api dan batu.  Selain itu, penghargaan juga tidak berupa uang melainkan berupa thropy  ' tokoh budaya'. Dewan juri diyakinkan berasal dari orang-orang yang sangat kapabel dibdiang budaya dan penilaiaan didasarkan pada pathokan yang jelas. " Kalau orang menilai aneh ya biarkan saja. Kalau pemberian  penghargaan ini dianalogikan dengan lomba Jazz versus Dangdut saya kira itu terlalu jauh, " tandas Joko.</p>
<p>Ditambahkan Joko, Festival Adat ini merupakan ajang promo terhadap potensi adat dan budaya yang ada di DIY. Sejauh mana respon masyarakat akan dilihat untuk dipikirkan tindak lanjutnya. Sedangkan dipilihnya kegiatan pawai, smata-mata untuk membentuk  kesan bahwa Jogja Kota Budaya yang selalu penuh dengan even budaya. Namun, hal itu diakui  memang ada efek dari kegiatan pawai tersebut, " Saya kira daripada  jalanan macet karena demo, lebih baik macet karena event budaya. Sebab salah atu ciri Kota Budaya adalah selalu ada event budaya di suatu kota, " kilah Joko. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/dinilai-aneh-lomba-adat-tetap-diselenggarakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jambu Phobia</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/jambu-phobia/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/jambu-phobia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 06:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[ita]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[phobia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Orang biasanya takut dengan hewan atau hantu. Tetapi, lain halnya dengan yang dialami oleh Itaq Novita. Koordinator   Buka Istana  Festival Malioboro itu justru takut dengan buah jambu. Ita mengaku sangat jijik jika melihat jambu biji. Bahkan ketika sudah diolah menjadi jus atau minuman pun dia menjadi sangat jijik. Tetapi, Ita tak bisa menjelaskan kenapa dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_428" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-428" title="itaq-1" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/itaq-1.jpg" alt="Itaq. Komandan panitya Open House Palace" width="200" height="300" /><p class="wp-caption-text">Itaq. Komandan panitya Open House Palace</p></div>
<p>Orang biasanya takut dengan hewan atau hantu. Tetapi, lain halnya dengan yang dialami oleh Itaq Novita. Koordinator   Buka Istana  Festival Malioboro itu justru takut dengan buah jambu. <span id="more-419"></span></p>
<p>Ita mengaku sangat jijik jika melihat jambu biji. Bahkan ketika sudah diolah menjadi jus atau minuman pun dia menjadi sangat jijik. Tetapi, Ita tak bisa menjelaskan kenapa dia menjadi sangat phobia dengan buah berbiji itu. " Sejak kecil, kalau dirumah saya bapak saya mencium aroma jambu biji. Tanpa alasan apapun semua keluarga pasti dimarahi satu-satu, " ujar Ita</p>
<p>Awalnya Ita merasa bahwa phobia terhadap jambu hanya dialami pada masa kanak-kanak, tetapi ternyata sampai saat ini phobia itu masih terus dirasakannya. Padahal, kata dokter Jambu banyak mengandung vitamin C dan sangat bagus sebagai produsen Hb darah. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/jambu-phobia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disangka Bodrex</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/disangka-bodrex/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/disangka-bodrex/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 17:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behind the Stage]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman tak terlupakan dialami oleh Tyas Enka di even Pembukaan Festival Malioboro. Ketika sedang asyik mengambil gambar dengan kameranya, tiba-tiba Koordinator Steering Committe Festival Malioboro ini didekati oleh petugas dari Dinas Pariwisata Propinsi DIY. Tanpa basa-basi, Tyas langsung disodori rilis dan agenda acara. Rupaya, penampilannya yang sporty dengan kamera Digital-SLR ditangan, mengesankan  Penanggung Jawab Festival [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_378" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-378 " title="tyas-enka" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/tyas-enka.jpg" alt="Tyas Enka, Koordinator SC Festival Malioboro 2009. Foto: Budi." width="240" height="360" /><p class="wp-caption-text">Tyas Enka, Koordinator SC Festival Malioboro 2009. Foto: Budi.</p></div>
<p>Pengalaman tak terlupakan dialami oleh Tyas Enka di even Pembukaan Festival Malioboro. Ketika sedang asyik mengambil gambar dengan kameranya, tiba-tiba Koordinator Steering Committe Festival Malioboro ini didekati oleh petugas dari Dinas Pariwisata Propinsi DIY. Tanpa basa-basi, Tyas langsung disodori rilis dan agenda acara. Rupaya, penampilannya yang sporty dengan kamera Digital-SLR ditangan, mengesankan  Penanggung Jawab Festival Malioboro 2009 ini sebagai seorang wartawan. Hanya saja, karena Tyas tak menyebutkan nama media, Tyas justru dianggap wartawan gadungan alias <em>bodrex</em>. Tyas cuma tersenyum saja diperlakukan seperti itu. " Saya malah nyaris dikasih amplop, " ujar Tyas seraya tertawa.</p>
<p><span id="more-391"></span>Dari sisi penampilan Tyas memang sangat jarang terlihat formal. Celana jeans dan kaos oblong hampir menjadi ciri khasnya setiap hari. Sedangkan memotret memang menjadi kegemaran ibu satu anak ini sejak masih muda. Karena itu, dia kemudian mendirikan lembaga pendidikan Jogja View yang mengajarkan fotografi, disain dan animasi. Namun, Jogja View yang dikomandaninya juga bergerak di bidang event organizer. Lantas bersama Kirana Event , pihaknya bekerjasama  menggarap  Festival Malioboro 2009. Pihaknya mengakui banyak hal yang masih harus disempurnakan untuk menghandle even sebesar ini. " Tapi ini sudah menjadi usaha kami yang maksimal, " ujar Tyas  (*) .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/disangka-bodrex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Mengurus Istana</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/susahnya-mengurus-istana/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/susahnya-mengurus-istana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 13:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[istana]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[mugiyono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Sama sekali tak terpikir awalnya bagi Mugiyono dapat bertugas di Istana negara. Sebabm bagi Mugiyono muda, Istana adalah tempat kepala negara yang sangat sakral sehingga bekerja mengurus Istana adalah sesuatu yang istimewa. " Padahal Istana itu sesunggunya khan ya rumah biasa. Hanya saja yang tinggal di sini adalah kepala negara " ujar Mugoyono kepada wartawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_311" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-311" title="kepala-rt-istanayogya2" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/kepala-rt-istanayogya2.jpg" alt="Mugiyono, Kepala Rumah Tangga Istana Yogyakarta" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">Mugiyono, Kepala Rumah Tangga Istana Yogyakarta</p></div>
<p>Sama sekali tak terpikir awalnya bagi Mugiyono dapat bertugas di Istana negara. Sebabm bagi Mugiyono muda, Istana adalah tempat kepala negara yang sangat sakral sehingga bekerja mengurus Istana adalah sesuatu yang istimewa. "  Padahal Istana itu sesunggunya khan ya rumah biasa. Hanya saja yang tinggal di sini adalah kepala negara " ujar Mugoyono kepada wartawan situs ini.<span id="more-298"></span></p>
<p>Mugiyono menjelaskan sudah sekitar 10 tahun dirinya bertugas mengurus Istana Negara Gedung Agung di Yogyakarta dan selama itu banyak pula pengalaman yang dialami dalam melayani tamu yang berkunjung ke istana ini.  " Namanya juga orang banyakm ya tentu saja sifatnya juga macam-macam. " ujar Mugiyono</p>
<p>Mugiyono sering mendengar bahwa mengurus gedung tua  harus banyak berteman dengan penunggu gedung itu. Namun, selama bertugas di Gedung Agung dirinya mengaku belum pernah melihat 'penampakan' mahluk halus. " Banyak sih yang  cerita, tetapi saya belum pernah melihatnya. Mungkin takut sama saya kali. " canda Mugiyono. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/susahnya-mengurus-istana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berwisata sambil nonton demo di Malioboro</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/berwisata-sambil-nonton-demo-di-malioboro/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/berwisata-sambil-nonton-demo-di-malioboro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 11:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Snapshot]]></category>
		<category><![CDATA[demo di malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi solo jogja]]></category>
		<category><![CDATA[wisata malioboro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Berkunjunglah ke Malioboro pada siang hari. Jika  beruntung, anda bisa jadi saksi mata demo-demo aksi masyarakat untuk menunjukkan partisipasi pada proses penyelenggaraan negara di tanah air. Sore di akhir September itu, Astrid dan Mega dua mahasiswi asal Kota Solo, sedang berjalan-jalan di Malioboro. Keduanya menghampiri kerumunan aksi happening art yang diselenggarakan dalam rangka protes masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_211" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-211" title="nonton-demo-malioboro" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/09/nonton-demo-malioboro.jpg" alt="Mega dan Astrid, dua mahasiswi asal Kota Solo, pengunjung Malioboro. Foto: Budi" width="600" height="300" /><p class="wp-caption-text">Mega dan Astrid, dua mahasiswi asal Kota Solo, pengunjung Malioboro. Foto: Budi</p></div>
<p>Berkunjunglah ke Malioboro pada siang hari. Jika  beruntung, anda bisa jadi saksi mata demo-demo aksi masyarakat untuk menunjukkan partisipasi pada proses penyelenggaraan negara di tanah air.</p>
<p>Sore di akhir September itu, Astrid dan Mega dua mahasiswi asal Kota Solo, sedang berjalan-jalan di Malioboro. Keduanya menghampiri kerumunan aksi <em>happening art</em> yang diselenggarakan dalam rangka protes masyarakat atas tertundanya pembahasan Rancangan Undang Undang Keistemawaan (RUUK) DIY.</p>
<p>Meskipun demo dan <em>happening art</em> di depan Gedung Agung ini dijaga cukup banyak aparat keamanan, tapi tak terlihat suasana tegang maupun mencekam. Beberapa anggota kepolisian justru terlihat  duduk di bangku-bangku, asyik sms, bahkan berbincang santai dengan peserta demo. Suasana demo sore itu sarat dengan simbol-simbol kultural khas Yogyakarta, yakni kostum partisipan dengan baju pranakan, ubarampe berupa kembang-kemenyan, dan dupa wewangian. Tak ada teriakan beringas, ataupun saling umpatan kasar antar peserta maupun aparat, kebanyakan berlangsung ayem-temtrem.</p>
<p>Wisatawan yang lalu-lalang di Malioboro, baik domestik maupun mancanegara, justru menjadikan aksi demo ini sebagai tontonan unik, beberapa bahkan mengambil gambar dengan kamera saku dan kamera telpon genggam.</p>
<p>Mau wisata sambil nonton demo ? Datanglah ke Malioboro !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/berwisata-sambil-nonton-demo-di-malioboro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
