<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FestivalMalioboro.com &#187; Release</title>
	<atom:link href="http://www.festivalmalioboro.com/category/media-center/release/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.festivalmalioboro.com</link>
	<description>Malioboro&#039;s Festival Un-Official Website</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 08:39:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Istana Negara Yogyakarta</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/sejarah-istana-negara-yogyakarta/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/sejarah-istana-negara-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 09:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[istana]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Istana Kepresidenan Yogyakarta  yang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Agung merupakan bagunan bersejarah yang dibangun 1825. Bangunan ini berada di atas tanah seluas 4,2 hektar terletak berhadapan dengan bekas benteng VOC Fort Vredeburg di tepi jalan Jenderal Ahmad Yani. Memasuki pintu gerbang utama, akan diosambut oleh Patung Raksasa penjaga pintu "Dwarapala" setinggi 2c meter yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_443" class="wp-caption alignleft" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-443" title="istana-jogja6" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/istana-jogja6.jpg" alt="Istana Presiden Yogyakarta. Foto: Budi." width="600" height="300" /><p class="wp-caption-text">Istana Presiden Yogyakarta. Foto: Budi.</p></div>
<p>Istana Kepresidenan Yogyakarta  yang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Agung merupakan bagunan bersejarah yang dibangun 1825. Bangunan ini berada di atas tanah seluas 4,2 hektar terletak berhadapan dengan bekas benteng VOC Fort Vredeburg di tepi jalan Jenderal Ahmad Yani. <span id="more-497"></span></p>
<p>Memasuki pintu gerbang utama, akan diosambut oleh Patung Raksasa penjaga pintu "Dwarapala" setinggi 2c meter yang berasal dari sebuah biara candi Kalasan. Sebuah monumen batu andesit disebut "Dagoba" terletak di lapangan rumput tepat di depan serambi depan istana, tingginga 3,5 meter berasal dari desa Cupuwatu di daerah Prambanan. Monumen ini melambangkan kerukunan beragama yang berbentuk "Lingga" sebagai lambang Hindu Siwa dan Stupa sebagai lambang Budha. Disamping itu dalam komplekls istana ini terdapat 62 arca Budha, Siwa dan lain-lain yang tersebar di sudut-sudut halaman.</p>
<p>Istana ini terdiri dari beberapa ruangan-ruangan besar . Ruang Garuda adalah ruangan besar sebagai ruangan resmi untuk menerima tamu-tamu, terletak tepat di tengah-tengah gedung utama, ruangan setinggi tujuh meter dengan tiga rangkaian lampu kandelier bertingkat, empat buah cermin tua tergantung dan permadani merah yang terhampar di bagian tengah  mempertegas kesan resmi dari ruangan ini. Diruangan ini dulu Presiden Indonesia mengadakan pertemuan dan pembicaraan resmi dengan Kepala-kepala Negara atau Kepala Pemerintahan yang menjadi tamunya.</p>
<p>Ruangan Soedirman adalah ruangan yang banyak memainkan peranan dalam sejarah karena disinilah Jenderal Soedirman berpamitan ketika berangkat bergerilya dan sekembalinya dari bergerilya beliau melapor kepada Presiden dan Wakil Presiden. Di ruangan ini pula dipasang patung serta Jenderal Soedirman dan sekarang dipergunakan untuk ruang duduk para tamu-tamu terletak di sebelah kanan dari Ruang Garuda<br />
Selanjutnya adalah ruang Diponegoro adalah ruangan yang dipergunakan untuk duduk para tamu pada acara-acara tertentu yang sifatnya umum. Terletak disebelah kiri Ruang Garuda, diruangan ini dipasang lukisan Pangeran Diponegoro untuk mengenang sejarah kepahlawanannya.Kemudian ruang Makan VVIP terlentak diantara Ruang Garuda dengan Ruang Kesenian. Suasana ruangan ini hangat dengan permadani warna merah dari Esfahan, di sekelilingnya dipasang lukisan-lukisan lama koleksi istana, serta tirai pintu yang menjuntai senada dengan warna permadani dihias bingkai kayu jati ukiran Jepara menambah suasana akrab dalam ruangan ini.</p>
<p>Ruang Kesenian digunakan untuk pergelaran kesenian bila ada Tamu Negara berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu juga digunakan untuk memamerkan barang-barang kerajinan tradisional misalnya batik, kulit, keramik, perak dan hasil industri kerajinan lain. Wisma Negara dimulai pembangunan pada bulan Oktober 1980, merupakan bangunan baru di lingkungan Istana Kepresidenan Yogyakarta. Maksud dibangunnya gedung ini adalah untuk penginapan rombombongan Tamu Negara yang berkunjung dan bermalam di Istana Yogya.</p>
<p>Selanjutnya, Gedung Seni Sono terletak di sebelah selatan Gedung Agung, bangunan yang dulunya milik Departemen Penerangan RI ini diserahkan pengelolaanya kepada pihak Gedung Agung pada tanggal 25 September 1995. Oleh pengelola Gedung Agung direnovasi dan diremikan pemakainya pada tahun 1998. Gedung ini berfungsi sebagai tempat penyelenggraan acara-acara seremonial khusus serta dirancang sebagai gedung informasi dan penyimpanan barang-barang koleksi istana dari berbagai tamu negara yang berkunjung. (<strong><em>krjogja.com)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/sejarah-istana-negara-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thukul Arwana &#8216;Tersesat&#8217; di Festival Malioboro</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/thukul-arwana-tersesat-di-festival-malioboro/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/thukul-arwana-tersesat-di-festival-malioboro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 10:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[thukul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Suasana pembukaan festival Malioboro di Monumen Keluarga berencana Jumat (6/11) benar-benar meriah. Suasana menjadi semakin gayeng dengan hadirnya bintang 'Bukan Empat Mata' Thukul Arwana yang ikut nimbrung disela-sela parade Pembukaan Festival ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Wakil Gubernur Sri Paku Alam IX yang dilanjutkan dengan Karnaval Budaya Nusantara. Peserta yang tampil dalam karnaval ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_374" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-374" title="thukul-malioboro" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/thukul-malioboro.jpg" alt="Thukul dan Wagub DIY pada Pembukaan Festival Malioboro 2009. Foto: Budi." width="600" height="600" /><p class="wp-caption-text">Thukul dan Wagub DIY pada Pembukaan Festival Malioboro 2009. Foto: Budi.</p></div>
<p>Suasana pembukaan festival Malioboro di Monumen Keluarga berencana Jumat (6/11) benar-benar meriah. Suasana menjadi semakin gayeng dengan hadirnya bintang 'Bukan Empat Mata' Thukul Arwana yang ikut nimbrung disela-sela parade <span id="more-366"></span></p>
<p>Pembukaan Festival ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Wakil Gubernur Sri Paku Alam IX yang dilanjutkan dengan Karnaval Budaya Nusantara. Peserta yang tampil dalam karnaval ini antara lain drum band SD Netral, Perkusi Tani, Komunitas Memedi Sawah, Komunitas Soft Gun Mania, Komunitas Pecinta Sepeda Jogjakarta serta Parade Andong.</p>
<p>Tetapi suasana karnaval menjadi sangat meriah karena Thukul Arwana yang duduk di kursi VIP ternyata tak sabar untuk ikut tampil juga dalam parade. Karena itu, ketika peserta sedang parade, Thukul langsung nimbrung ditengah-tengah peserta karnaval. Thukul bahkan sempat menjajal salah satu sepeda modifikasi dan berputar-putar keliling Malioboro.</p>
<p>Aksi Thukul itu tentu saja menarik perhatian ribuan massa yang berjejer disepanjang  jalan Malioboro. Namun, Thukul cuek. Dia bahkan menghampiri dan melakukan interview sejumlah turis yang sedang menyaksikan even budaya ini. Kesempatan yang langka ini dimanfaatkan beberapa penggemar Thukul untuk berfoto bersama  serta meminta tanda tangan.</p>
<p>Thukul mengaku sesungguhnya tak sengaja menjadi tamu special dalam even budaya ini. Secara kebetulan, Trans TV punya agenda untuk syuting di Jogja. Ketika sedang jalan-jalan di sekitar Malioboro tiba-tiba dia diajak tim untuk nimbrung dalam even itu. " Jadi sebenernya tersesat tetapi tersesat dalam kebaikan " ujar Thukul sembari ketawa-ketawa.</p>
<p>Menurut Thukul, even budaya seperti Festival Malioboro merupakan satu kegiatan yang pantas untuk terus dilestarikan. Bahkan dia merasa sangat  beruntung dapat hadir dalam even yang sangat langka ini,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/thukul-arwana-tersesat-di-festival-malioboro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Formulir Pendaftaran Photo Blogging Contest</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/formulir-pendaftaran-photo-blogging-contest/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/formulir-pendaftaran-photo-blogging-contest/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 21:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Malioboro Photo Blogging contest]]></category>
		<category><![CDATA[photo contest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Cara untuk mencetak Form ini pada komputer anda, klik icon full screen di bawah ini (ada pada sisi kanan atas box Form). Pada layar (baru) yang akan terbuka (fullscreen) Form akan ditampilkan penuh. Lihat pojok sisi kanan atas ada ikon printer kecil. Klik ikon printer tersebut ( tentusaja sesudah printer terhubung ke komputer anda). Formulir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara untuk mencetak Form ini pada komputer anda, klik icon <strong>full screen</strong> di bawah ini (ada pada sisi kanan atas box Form). Pada layar  (baru) yang akan terbuka (fullscreen) Form akan ditampilkan penuh. Lihat pojok sisi kanan atas ada ikon printer kecil. Klik ikon printer tersebut ( tentusaja sesudah printer terhubung ke komputer anda). Formulir akan langsung tercetak melalui printer.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 199px"><img class="  " title="downld-link" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/downld-link.jpg" alt="Tombol download Form" width="189" height="43" /><p class="wp-caption-text">Klik tombol ini untuk Download di situs Docstoc</p></div>
<p>Untuk download form, klik link Form Photo Blogging Contest (ukuran teks cukup kecil) di bagian kiri bawah box Formulir ini. Anda akan masuk ke situs Docstoc.</p>
<p>Download Form dengan klik pada tombol <strong>download this doc</strong>.</p>
<p><object id="_ds_14974330" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="600" height="700" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_14974330" /><param name="FlashVars" value="doc_id=14974330&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;showrelated=0&amp;showotherdocs=0&amp;showstats=0 " /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="flashvars" value="doc_id=14974330&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;showrelated=0&amp;showotherdocs=0&amp;showstats=0 " /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="_ds_14974330" type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="700" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=14974330&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;showrelated=0&amp;showotherdocs=0&amp;showstats=0 " name="_ds_14974330"></embed></object><br />
<span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/14974330/Form Photo Blogging Contest"> Form Photo Blogging Contest</a> - </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/formulir-pendaftaran-photo-blogging-contest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PHOTO BLOGGING CONTEST</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/photo-blogging-contest/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/photo-blogging-contest/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 21:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[KETENTUAN PHOTO BLOGGING CONTEST Dalam rangka memeriahkan Festival Malioboro 2009, situs FestivalMalioboro.com menyelenggarakan Photo Blogging Contest. Ketentuan di bawah ini: Klik disini untuk ambil Formulir Pendaftaran KEIKUTSERTAAN 1.    Terbuka untuk umum. 2.    Kamera bebas, boleh Digital SLR maupun non SLR, Analog SLR maupun non SLR, kamera Handphone, dsb.nya. 3.    Obyek foto adalah kegiatan Festival Malioboro [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;">KETENTUAN PHOTO BLOGGING CONTEST</h3>
<div id="attachment_319" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-319" title="lombafoto4" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/lombafoto4.jpg" alt="Photo Blogging Contest, Festival Malioboro 2009" width="600" height="300" /><p class="wp-caption-text">Photo Blogging Contest, Festival Malioboro 2009</p></div>
<p>Dalam rangka memeriahkan Festival Malioboro 2009, situs FestivalMalioboro.com menyelenggarakan <em>Photo Blogging Contest</em>. Ketentuan di bawah ini:</p>
<p><a title="Formulir Pendaftaran Photo Blogging Contest" href="http://www.festivalmalioboro.com/formulir-pendaftaran-photo-blogging-contest/" target="_blank">Klik disini untuk ambil Formulir Pendaftaran </a></p>
<h3>KEIKUTSERTAAN</h3>
<p>1.    Terbuka untuk umum.<br />
2.    Kamera bebas, boleh Digital SLR maupun non SLR, Analog SLR maupun non SLR, kamera Handphone, dsb.nya.<br />
3.    Obyek foto adalah kegiatan Festival Malioboro 2009 yang diselenggarakan pada Hari Jumat, Sabtu, Minggu tanggal 6, 7, dan 8 November 2009 di seputaran kawasan Malioboro (Agenda acara bisa dilihat di situs FestivalMalioboro.com).<br />
4.    Peserta mengikutsertakan minimal 3 (tiga) dan maksimal 10 (sepuluh) karya foto.<br />
5.    Foto yang di-ikutsertakan dalam Contest, dimuat di blog foto masing-masing peserta.<br />
6.    Selain dimuat di blog masing-masing, karya juga dikirimkan melalui email ke: <strong><span class="mh-plaintext">lomb<a href='http://mailhide.recaptcha.net/d?k=01RiQg9peWFcMzy0aEJeyKlA==&amp;c=JwG_hakLXdcEz4G5OTp_WIEo5HbLoGHHQmS1HWV5XJM=' onclick="window.open('http://mailhide.recaptcha.net/d?k=01RiQg9peWFcMzy0aEJeyKlA==&amp;c=JwG_hakLXdcEz4G5OTp_WIEo5HbLoGHHQmS1HWV5XJM=', '', 'toolbar=0,scrollbars=0,location=0,statusbar=0,menubar=0,resizable=0,width=500,height=300'); return false;" title="Reveal this e-mail address">...</a>@festivalmalioboro.com</span></strong>.<br />
7.    Foto yang diterima, menjadi milik Penyelenggara.<br />
8.    Bagi peserta yang dinyatakan sebagai pemenang, bersedia menyerahkan file digital foto kepada Penyelenggara.<br />
9.    Peserta mendaftar pada panitya penyelenggara dengan membayar biaya partisipasi sebesar Rp 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah).<br />
10.    Pendaftaran bisa dilakukan sebelum ataupun sesudah pelaksanaan even Festival Malioboro.<br />
11.    Pengiriman karya paling lambat tanggal <strong>15 November 2009</strong>.<br />
12.    Tempat pendaftaran peserta di <strong>JOGJAVIEW, Jl. Gejayan Mrican No. 5 Jogjakarta Telp. 0274 565625</strong>.<br />
13.    Form bisa diperoleh ditempat pendaftaran, atau di download di situs FestivalMalioboro.com.</p>
<h3>SPESIFIKASI KARYA</h3>
<p>1.    Foto boleh berwarna, atau hitam putih.<br />
2.    Dimensi sisi terpanjang foto adalah 900 pixel. Sisi pendek mengikuti proporsi yang dipilih oleh peserta.<br />
3.    Ukuran file foto maksimal 500 kb format JPG.<br />
4.    Olah digital diperkenankan sejauh tidak melakukan perubahan atau penambahan pada obyek. Peserta dianggap memahami ketentuan olah digital dalam kegiatan photo contest.<br />
5.    Judul foto yang ditampilkan dalam blogg maksimal 3 kata dengan format sbb: <em><strong>[FM Photo Contest] Judul1 Judul2  Judul3. Contoh: [FM Photo Contest] Karnaval Budaya Malioboro</strong></em>.<br />
6.    Nama file foto yang dikirimkan dibuat bersesuaian dengan judul foto dalam format sbb.: <em><strong>fm-photo-contest_judul1-judul2-judul3.jpg. Contoh: fm-photo-contest_karnaval-budaya-malioboro.jpg</strong></em>.</p>
<h3>PENENTUAN PEMENANG</h3>
<p>1.    Juri akan memilih 3 (tiga) blog terbaik sebagai pemenang contest.<br />
2.    Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan dari Penyelenggara.<br />
3.    Pemenang akan diumumkan pada <strong>29 November 2009</strong> melalui situs FestivalMalioboro.com. Masing-masing pemenang akan dihubungi melalui email.<br />
4.    Juri dari kalangan Jurnalis foto senior dan Akademisi di Jogjakarta.<br />
<a title="Formulir Pendaftaran Photo Blogging Contest" href="http://www.festivalmalioboro.com/formulir-pendaftaran-photo-blogging-contest/" target="_blank">Klik disini untuk ambil Formulir Pendaftaran </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/photo-blogging-contest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OPEN HOUSE OF PALACE</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/open-house-of-palace/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/open-house-of-palace/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 09:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jojo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Di Yogyakarta, jika anda melewati jalan Malioboro dan jalan A.Yani pastilah anda akan melewati sebuah gedung putih megah di sisi kanan jalan. Gedung megah ini merupakan Istana Kepresidenan saat kota Yogyakarta menjadi Ibukota Republik Indonesia. Istana Kepresidenan Yogyakarta, atau yang sering disebut dengan Gedung Agung ini mempunyai fungsi yang sama dengan istana Kepresidenan lainnya. Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">
<div id="attachment_251" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-251" title="istana-jogja" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/istana-jogja.jpg" alt="Istana Yogyakarta" width="500" height="250" /><p class="wp-caption-text">Istana Yogyakarta</p></div>
<p style="text-align: left">Di Yogyakarta, jika anda melewati jalan Malioboro dan jalan A.Yani pastilah anda akan melewati sebuah gedung putih megah di sisi kanan jalan. Gedung megah ini merupakan Istana Kepresidenan saat kota Yogyakarta menjadi Ibukota Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: left">
Istana Kepresidenan Yogyakarta, atau yang sering disebut dengan Gedung Agung ini mempunyai fungsi yang sama dengan istana Kepresidenan lainnya. Selain sebagai kantor dan kediaman resmi Presiden, Istana Kepresidenan juga merupakan tempat untuk menerima dan menginapnya tamu-tamu negara.</p>
<p style="text-align: left">
Gedung Agung yang hanya dibuka untuk umum pada saat-saat tertentu ini juga merupakan sebuah museum. Dalam rangkaian acara Malioboro Festival ini, Open House Gedung Agung akan menjadi salah satu agenda acaranya. Menurut panitia event Malioboro Festival, Tyas Enka, Open House Gedung Agung ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah yang pernah terukir di dalam Istana Kepresidenan Yogyakarta. Selama rangkaian acara Malioboro Festival berlangsung, anda dapat berkunjung dan menikmati kemegahan Gedung Agung dari dekat.</p>
<p style="text-align: left">
Apabila anda ingin melihat langsung seperti apa isi di dalam Gedung Agung, harap dipastikan anda telah mendaftar dan mengisi formulir permohonan kunjungan Open House Istana Yogyakarta. Untuk mendapatkan formulir ini, anda dapat mendaftar langsung dilokasi (Gedung Agung), melalui panitia Malioboro Festival, atau download formulirnya langsung dari website ini. Selain mengisi formulir permohonan kunjungan Open House, terdapat beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh setiap pengunjung, diantaranya adalah :</p>
<p style="text-align: left">
1.    Berpakaian sopan dan rapi<br />
-    Untuk Pria    :  Kemeja, celana panjang lengkap dengan ikat pinggang, bersepatu,<br />
(bukan pakaian santai atau celana jeans dan T-shirt).<br />
-    Untuk Wanita    :  Gaun paling pendek sebatas bawah lutut, blus berlengan, setelan<br />
celana panjang atau busana muslim, bersepatu.<br />
2.    Harus sesuai dengan daftar nama yang diajukan, diluar daftar nama tersebut tidak diperkenankan masuk.<br />
3.    Tidak diperkenankan :<br />
-    Memakai celana pendek, kaos/T-Shirt, baju tanpa lengan, rok mini, jeans, sandal kecuali seragam.<br />
-    Membawa senjata api, senjata tajam dan obat-obatan terlarang.<br />
-    Membawa tas dan/atau pembungkus lainnya.<br />
-    Membawa makanan dan minuman selama berkunjung di dalam Istana.<br />
-    Makan di areal Istana<br />
-    Memotret/berfoto di tempat yang bertanda “DILARANG MEMOTRET”.<br />
-    Menyentuh/memegang benda-benda koleksi/lukisan.<br />
-    Membawa binatang peliharaan.</p>
<p style="text-align: left">Acara Open House Gedung Agung ini akan dimulai pada hari Jumat, 6 November 2009 mulai pukul 09.00-14.00 WIB.  Open House Gedung Agung ini hanya akan dilaksanakan selama 3 hari selama acara Malioboro Festival berlangsung.  Jadi, jangan sia-siakan kesempatan anda untuk dapat berkunjung ke Istana Kepresidenan Yogyakarta! (JoJo)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/open-house-of-palace/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karnaval Sepeda Meriahkan Pembukaan Festival Malioboro</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/karnaval-sepeda-meriahkan-pembukaan-festival-malioboro/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/karnaval-sepeda-meriahkan-pembukaan-festival-malioboro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 06:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Pembukaan Festival Malioboro 2009 Jumat (6/11) diperkirakan bakal berjalan meriah. Puluhan kelompok budaya dari berbagai wilayah di Jogjakarta akan melakukan karnaval mulai dari Taman Abu Bakar Ali , Kawasan Malioboro sampai dengan Kawasan Alun-Alun Utara. Karnaval ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian utama dari Pembukaan Festival Malioboro 2009 yang diadakan oleh Dinas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-283" title="sego" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/11/sego-300x201.jpg" alt="sego" width="300" height="201" />Pembukaan Festival Malioboro 2009 Jumat (6/11) diperkirakan bakal berjalan meriah. Puluhan kelompok budaya dari berbagai wilayah di Jogjakarta akan melakukan karnaval mulai dari Taman Abu Bakar Ali , Kawasan Malioboro sampai dengan Kawasan Alun-Alun Utara.<span id="more-244"></span></p>
<p>Karnaval ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian utama dari Pembukaan Festival Malioboro 2009 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Propinsi DIY</p>
<p>Donny S Megananda selaku Koodinator Karnaval  mengungkapkan bahwa  Karnaval dilaksanakan mulai pukul 13.00  yang ditandai dengan  dengan Hiburan Grup Kesenian Sampak Patrol  yang dilanjutkan dengan upacara peresmian.  Untuk menjaga keteraturan penampilan,  panitia sudah membuat urutan peserta  sesuai denga nama kontingen.   “ Jadi urutan peserta tidak berdasar undian atau kedatangan saat acara, tapi berdasar urutan yang telah ditetapkan, dan dimungkinkan perubahan yang hanya dapat dilakukan berdasar keputusan Koordinator Seksi Karnaval. “ ujar Donny.</p>
<p>Ditambahkan Donny,  selain parade komunitas budaya, pembukaan Festival Malioboro juga akan dimeriahkan dengan karnaval komunitas sepeda . Hal ini dilakukan untuk menunjukkan cirri khas Yogyakarta sebagai kota sepeda. Sebuah karnaval sepeda yang akan menampilkan komunitas-komunitas sepeda yang ada di Kota Yogyakarta. Mulai dari Komunitas Sepeda Tempoe Doeloe, Sepeda Modern, hingga Sepeda Modif. Setiap komunitas akan mulai dari titik start berbeda dan diharapkan berkumpul di titik finish Lapangan Parkir Abu Bakar Ali, setelah berkumpul semua sepeda akan berparade bersama hingga titik Benteng Vredeburg.</p>
<p>Setiap rombongan komunitas akan menampilkan performance ciri khas masing-masing dengan semeriah mungkin. Komunitas yang akan berpartisipasi : <em>Komunitas Sepeda Tempoe Doeloe </em>(Start dari Kotagede ), <em>Komunitas Sepeda Modern</em> (Start dari Monumen Diponegoro) dan <em>Komunitas Sepeda Modif </em>( Start dari Bulaksumur UGM).</p>
<p>Sedangkan komunitas seni yang akan tampil  dalam pembukaan ini adalah gabungan antara komunitas budaya tradisi maupun pop yang ada di dalam masyarakat baik Jogja dan Nusantara. Semua komunitas tersebut  dipadupadankan sehingga tercipta parade dalam kemasan yang unik serta memperkaya Malioboro sebagai ikon Jogja. Dalam kesempatan ini Parade seni akan menampilkan :   <em>Parade Korsik Prajurit Kasultanan,  Tombak Pusaka P. Diponegoro, Kuda Kepang Raksasa, Kereta Pusaka Pura Pakualaman, Tandu &amp; Devile Gerilya Pangsar Sudirman,Tample Street Performance, Kuda wisata Pantai Parangtritis, Banjaran Malioboro, Andong wisata dan becak wisata,    Marching wayang wong, Taman Pintar Performance, Performance penyandang cacat,    Malioboro Pedestrian,   Nusantara Fashion (Pakaian adat Nusantara) serta wayang gedog.</em></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/karnaval-sepeda-meriahkan-pembukaan-festival-malioboro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Malioboro 2009 Segera Digelar</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/festival-malioboro-2009-segera-digelar/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/festival-malioboro-2009-segera-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Ajang  Budaya Festival Malioboro  segera digelar mulai  6-8  November 2009 . Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi menjadi ikon pariwisata Yogyakarta. " Kita berharap kegiatan ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja, “ ujar Koordinator Event Festival Malioboro Tyas Enka Ditambahkan oleh Tyas,  Malioboro merupakan jantung kota Jogjakarta.  Oleh karena itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajang  Budaya Festival Malioboro  segera digelar mulai  6-8  November 2009 . Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi menjadi ikon pariwisata Yogyakarta. " Kita berharap kegiatan ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja, “ ujar Koordinator Event Festival Malioboro Tyas Enka<span id="more-236"></span></p>
<p>Ditambahkan oleh Tyas,  Malioboro merupakan jantung kota Jogjakarta.  Oleh karena itu, ajang Festival ini diharapkan mampu membangun citra positif Jogjakarta sebagai Kota Seni dan Budaya, Untuik itu, untuk memeriahkan kegiatan ini Panitia telah merencanakan serangakian kegiatan selama kegiatan berlangsung.   Diamping  menyuguhkan "performance art" dengan sentuhan edukasi budaya, festival ini  juga akan didominasi konfigurasi batik sebagai simbol budaya adiluhung Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta.</p>
<p>Ditegaskan juga oleh Tyas, Festival ini  dimaksudkan untuk membangkitkan lagi jiwa kawasan Malioboro masa lalu, sehingga nuanasa tradisi akan sangat tergambar dalam setiap panggung pertunjukan.  Untuk penyelenggaraan event  ini Tyas mengaku mendapat dukungan dari banyak pihak terutama dari Dinas Pariwisata Propinsi DIY serta komunitas masyarakat yang peduli terhadap kawasan Malioboro. Untuk itu, pihaknya mentargetkan event semacam ini dapat menjadi even tahunan.</p>
<p>Dalam Festival Malioboro nantinya tidak hanya menyajikan atraksi wisata budaya dan pergelaran musik di sepanjang Jalan Malioboro, tetapi juga diadakan bengkel kerja, lokakarya serta seminar . Adapun thema yang diangkat adalah Malioboro :<strong> Dulu, Kini dan Akan Datang</strong>.  Harapannya, dengan penyelenggaraan even ini  masyarakat mampu memperoleh satu gagasan untuk membuat kawasan malioboro menjadi lebih berbudaya di masa depan nantinya.</p>
<p>Tyas berharap lewat kegiatan ini pihaknya berharap dapat memancing inspirasi dari pihak lain untuk menggelar kegaitan serupa, sehingga perwujudan Malioboro sebagai Kawasan Budaya dapat segera terwujud. “ Terus terang,  perlu uluran tangan semua pihak, untuk mengembalikan roh Malioboro yang sekarang lebih bernuansa komersial daripada sebagai sebuah kawasan budaya, “ tandas Tyas.</p>
<p>Melalui kegiatan ini Tyas juga bermaksud  memberikan wadah kreasi bagi para seniman sehingga kegiatan ini nantinya tidak berkesan sebagai kegiatan yang elit tetapi benar-benar mempu menjadi milik masyarakat. .</p>
<p>Selain itu, dia menambahkan, dengan Malioboro Festival ini harapannya akan muncul aspek positifnya, seperti kebersihan. ''Selama ini masih ada papan nama toko yang sudah kusam dan tidak diganti. Dengan kegiatan ini kami ingin menggugah komunitas Malioboro untuk lebih menjaga kebersihan.</p>
<p>Oleh karena itu, lanjut Tyas, dalam Festival Malioboro selain disajikan berbagai macam kuliner termasuk 'jajan pasar' (makanan ringan khas pasar) dan produk kerajinan, juga akan digelar karnaval serta panggung hiburan. Bahkan pihaknya sedang merancang ada satu nuansa khas dalam kegiatan yang hanya dapat di jumpai selama kegiatan Festival Malioboro berlangsung. Salah satunya adalah adanya kegiatan  Open House Istana Negara  bagi masyarakat umum.  Oleh karena  itu, selama kegiatan ini digelar diyakinkannya nuansa Malioboro akan berubah dibandingkan dengan hari-hari biasa.</p>
<p>Sementara itu, Panitia Pelaksana Ibnu Novel Hafidz dari Kirana Event mengungkapkan bahwa untuk kegiatan Festival Malioboro Panitia menerima kucuran dana sebesar Rp.480 juta yang bersumber dari APBN dan APBD, masing-masing sebesar Rp.240 juta.  Namun, jumlah tersebut dikurangi pajak sebesar  14 persen.   (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/festival-malioboro-2009-segera-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Hotspot Selama Lebaran di Malioboro</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/free-hotspot-selama-lebaran-di-malioboro/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/free-hotspot-selama-lebaran-di-malioboro/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 07:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Center]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Menyemarakkan libur Lebaran, Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini menyediakan fasilitas hot spot gratis di kawasan Malioboro serta membuka stan khusus yang memberikan informasi bagaimana menikmati fasilitas tersebut. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir di Yogyakarta, Rabu (23/9) kepada wartawab mengatakan, masyarakat segera dapat memanfaatkan fasilitas "hot spot" gratis di sepanjang Malioboro untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_203" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-203" title="free-hotzone" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/09/free-hotzone.jpg" alt="Posko Lebaran Dinas Pawisata DIY, lokasi hotspot di Malioboro. Foto: Budi" width="300" height="447" /><p class="wp-caption-text">Posko Lebaran Dinas Pawisata DIY, lokasi hotspot di Malioboro. Foto: Budi</p></div>
<p>Menyemarakkan libur Lebaran, Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini menyediakan fasilitas hot spot gratis di kawasan Malioboro serta membuka stan khusus yang memberikan informasi bagaimana menikmati fasilitas tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir di Yogyakarta, Rabu (23/9) kepada wartawab mengatakan, masyarakat segera dapat memanfaatkan fasilitas "hot spot" gratis di sepanjang Malioboro untuk berselancar di dunia maya. "Kami akan menyediakan fasilitas hot spot gratis kepada masyarakat di sepanjang Malioboro dan stan pertama ada di kantor Dinas Pariwisata yang kebetulan berada di kawasan Malioboro dan stan kedua ada di Benteng Vredeburg,"  ujarnya.<br />
<span id="more-176"></span><br />
Menurut Tazbir fasilitas hot spot tersebut akan dapat diakses dengan mudah dan nyaman oleh masyarakat dengan kecepatan akses yang cukup baik.  Sedikitnya lima komputer yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengakses internet secara cuma-cuma.Layanan tersebut dibuka sampai 27 September mendatang.</p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta juga telah melengkapi kawasan Malioboro sebagai jantung wisata di kota tersebut dengan fasilitas hot spot yang memiliki "band width" sebesar 3 mega byte per second (mbps) .Fasilitas hot spot dengan halaman muka "Malioboro Hot Zone" tersebut dipasang mulai dari Jalan Mangkubumi, Jalan Malioboro hingga ke titik nol kilometer (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/free-hotspot-selama-lebaran-di-malioboro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikuti Live Blogging dari acara &#8220;Malioboro Dulu &amp; Kini&#8221;</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/malioboro-dulu-kini/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/malioboro-dulu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Pendopo Kepatihan Yogyakarta, pada hari Selasa tanggal 8 September 2009 dimulai pk 20.00 wib akan diselenggarakan Sarasehan Malioboro Dulu dan Kini. Salah seorang pengelola situs FestivalMalioboro.com Widihasto akan urun rembug sebagai pembicara dalam acara tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Situs FestivalMalioboro.com akan menyelenggarakan liputan langsung dalam format Live Blogging. Live blogging adalah sebuah liputan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertempat di Pendopo Kepatihan Yogyakarta, pada hari Selasa tanggal 8 September 2009 dimulai pk 20.00 wib akan diselenggarakan Sarasehan Malioboro Dulu dan Kini. Salah seorang pengelola situs FestivalMalioboro.com Widihasto akan urun rembug sebagai pembicara dalam acara tersebut.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan, Situs FestivalMalioboro.com akan menyelenggarakan liputan langsung dalam format Live Blogging. Live blogging adalah sebuah liputan berbasis teks yang dilakukan secara langsung oleh partisipan acara bersangkutan. Liputan bisa diikuti melalui situs FestivalMalioboro.com ini.</p>
<p>Selain membaca teks liputan langsung, pengunjung situs bisa ikut berperan serta dengan cara menyampaikan pendapat, pertanyaan secara langsung dengan mengetik pada form interaktif yang tersedia di bawah ini.</p>
<p><iframe src="http://www.coveritlive.com/index2.php/option=com_altcaster/task=viewaltcast/altcast_code=b5045665f6/height=500/width=610" scrolling="no" height="450px" width="610px" frameBorder ="0" ><a href="http://www.coveritlive.com/mobile.php?option=com_mobile&#038;task=viewaltcast&#038;altcast_code=b5045665f6" >Malioboro Dulu &#038; Kini</a></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/malioboro-dulu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plesiran ke Yogya? Tunggu Bulan Oktober!</title>
		<link>http://www.festivalmalioboro.com/plesiran-ke-yogya-tunggu-bulan-oktober/</link>
		<comments>http://www.festivalmalioboro.com/plesiran-ke-yogya-tunggu-bulan-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 06:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[On Media]]></category>
		<category><![CDATA[Release]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[musik jogja]]></category>
		<category><![CDATA[seminar malioboro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.festivalmalioboro.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 20 Agustus 2009 &#124; 08:44 WIB YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Malioboro merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta. Ruas jalan yang ramai oleh padagang kaki lima ini selalu jadi tujuan wajib bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Nah, jika Anda punya rencana untuk melepas penat ke kota gudeg itu, tunggulah sampai bulan Oktober. Pemerintah Provinsi Daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 20 Agustus 2009 | 08:44 WIB</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><strong><img class="size-full wp-image-64" title="tionghoa-suarajogja-1" src="http://www.festivalmalioboro.com/wp-content/uploads/2009/08/tionghoa-suarajogja-1.jpg" alt="Ketandan Festival sourcephoto: SuaraJogja.net" width="300" height="200" /></strong><p class="wp-caption-text">Ketandan Festival sourcephoto: SuaraJogja.net</p></div>
<p>YOGYAKARTA, KOMPAS.com </strong>— Malioboro merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta. Ruas jalan yang ramai oleh padagang kaki lima ini selalu jadi tujuan wajib bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Nah, jika Anda punya rencana untuk melepas penat ke kota gudeg itu, tunggulah sampai bulan Oktober.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berencana menggelar Festival Malioboro pada bulan Oktober. Festival ini diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. <span id="more-12"></span></p>
<p>"Untuk itu, penyelenggaraan festival ini harus didukung banyak pihak, termasuk kalangan pemangku kepentingan pariwisata di daerah ini," kata Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ferida Vita di Yogyakarta, Rabu (19/8).</p>
<p>Festival Malioboro yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY tersebut, menurut dia, nantinya tidak hanya menyajikan atraksi wisata budaya dan pergelaran musik di sepanjang Jalan Malioboro, tetapi juga menggelar bengkel kerja, lokakarya serta seminar dengan mengangkat tema "Malioboro Masa Lalu dan Masa Depan".</p>
<p>Ia mengatakan, kawasan Malioboro yang setiap hari dipadati kendaraan bermotor dan kesibukan sebagai pusat bisnis di kota ini, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.</p>
<p>Tak lupa, ada berbagai sajian kuliner termasuk ’jajan pasar’ (makanan ringan khas pasar) dan produk kerajinan. Ada pula pagelaran karnaval serta panggung hiburan.</p>
<p>Ke depannya, kata dia, Festival Malioboro diharapkan menjadi ikon wisata baru bagi Kota Yogyakarta ataupun Provinsi DIY. "Nilai jual nama Malioboro dari sisi pariwisata sangat menguntungkan, tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi kalangan swasta pengelola jasa pariwisata," katanya.</p>
<p>Sumber: <a title="Kompas.com" href="http://travel.kompas.com/read/xml/2009/08/20/08442979/plesiran.ke.yogya.tunggu.bulan.oktober" target="_blank">Kompas</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.festivalmalioboro.com/plesiran-ke-yogya-tunggu-bulan-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
