Malioboro's Festival Official Web

Bangkitnya Musisi Jogja dalam Malioboro Transound

Kemeriahan pentas musik di Festival Malioboro 2009. Foto: Budi.

Kemeriahan pentas musik di Festival Malioboro 2009. Foto: Budi.

Sabtu malam (7/11) kawasan Monumen SO 1 Maret menjadi lautan manusia. Pada malam ini diselenggarakan Malioboro Transound yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Festival Malioboro. Pentas pertunjukan musik yang yang menampilkan berbagai aliran musik anak muda Jogja denga berbagai genre seperti rock, hip hop sampai trance. Musikal performance malam ini menggambarkan  transformasi seni dan lifestyle masyarakat Yogyakarta. Malioboro Transound menampilkan sembilan band yang menjadi bintang tamu, diantaranya adalah Sylvester, The Elevantion, Siasat, Anterock, Soul D'Vest vs Hamdy Shadad, Sangkakala, 3Some from Mars, Armada Racun, dan The Brown Sugar.

Dalam Jogja Transound ini band 3Some from Mars yang digawangi oleh Rachel (vokalis), Dani (bass), dan Tim (digital music) ini  membawakan empat lagu, yaitu Mugi-mugi, Stinks so bad, Goyang Waspada, dan satu lagu yang masih belum diberi judul. "Syair dalam lagu Mugi-mugi ini saya ambil dari teks yang dibuat oleh Ahmad Tohari. Walaupun saya belum permisi kepada beliau, tapi kami berusaha untuk membawakannya dengan baik," kata Rachel.

Ditemui di backstage, Rachel, vokalis dari band 3Some from Mars berpendapat bahwa Jogja Transound merupakan acara yang menyenangkan karena melalui acara Jogja Transound  seniman-seniman Jogja dapat berekspresi. Menurut Rachel, selama ini Malioboro terkenal akan seniman-senimannya tapi sekarang kesan itu sudah mulai luntur.  "Sekarang jarang ada acara di Malioboro yang memberikan tempat bagi seniman Jogja untuk berekspresi. Dulu saat bulan purnama datang, banyak seniman datang dan berkumpul di Malioboro. Di acara Full Moon ini semua seniman bebas untuk berekspresi dengan menyanyi, baca puisi, dan lainnya. Namun entah kenapa acara ini dihentikan, padahal banyak yang wisatawan asing dan teman-teman yang ingin ikut serta dalam Full Moon." tutur Rachel.  Semoga dengan diadakannya Malioboro Festival dapat mengembalikan rutinitas Jogja kembali seperti beberapa waktu yang lalu, dimana masih banyak seniman Jogja yang dapat berekspresi dan masyarakat Yogyakarta yang memberikan apresiasi kepada setiap seniman Jogja. (JoJo)

Sebarkan artikel ini
  • Facebook
  • E-mail this story to a friend!
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Digg
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Blogosphere News
  • SphereIt
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Tagged as: ,

1 Responses »

  1. fullmoon and threesame from malioboro....